Rumah

Digital clock

Selasa, 05 September 2017

Pulsa Super Murah

Buat para pemula dan semua nya saya tunggu jiwa bisnis anda, dan rasakan murahnya dan nyaman nya julan pulsa melalui saya.

Salam sukses.
Apbcell 081394604715

Selasa, 13 Desember 2016

Coretan Indah

KAMU

Kamu adalah misteri bagiku, kehadiran mu membuat ku mengalihkan duniaku setiap ku lihat mata mu seakan akan jiwa mu masuk ke dalam lubuk sanubariku yang paling dalam. Walaupun itu hanya sementara tetapi ku menikmati proses kehidupan ini dengan penuh sukacita dan selalu yakin kepada takdir allah bahwa sesuatu yang milik kita pasti akan kembali kepada kita.
Dunia oh dunia hanya fatamorgana, itu merupakan suatu perumpamaan yang sering kita dengar namun selalu kita lupakan ketika asyik dengan keindahannya. Kamu lagi yang hadir dalam pikiran ku dan menjadikan semua yang menjadi focus tujuan ku menjadi kabur sementara demi jalan menemukan kamu.
Al quran menjadi pilihan ku, semua yang dikerjakan seakan seakan sia ketika semua dilampiaskan kepada nafsu dunia dan untung nya ada penolong batin ku yaitu kamu dan alquran menjadi petunjuk agar semua yang mengalihkan perbuatan ku dikembalikan kepada alquran dan jelaslah Allah SWT menerangkan melalui wahyunya kepada hamba – hambanya “ dan ingatlah ketika allah berkehendak untuk terjadi maka terjadilah” tentram lah hati ini.

Bandung, 3 Desember 2015
Ardhian P. Bintang

SENDU MERINDU

Binaran sendu menyapa kala sang malam mengetuk. Membiarkan dirinya tenggelam dalam selimut kemelut. Sementara tangannya bertaut, angannya terbang menuju kabut. Menenggelamkan sang Empu dalam lautan ragu.
Ia pun terduduk, kala sang bulan meredup. Semilir angin mengantarkan sepucuk panggilan ilahi, kala hati kian berkeluh. Bibir keringnya mulai bergerak, menciptakan irama tersendiri kala membalas panggilan sang Ilahi. Matanya pun berbinar cerah saat panggilannya terhenti.
Goyah, tungkai kakinya bangkit. Menopang raga yang rapuh demi menghadap Sang Maha Perkasa.
Bak air bah, air matanya membasahi alas sujud. Menyadari malam yang berlalu sia-sia; Bergelut dengan sendu yang merisaukan, kala banyak siluet diluar sana berdiri menghadap-Nya. Seyogyanya rindu pada sesama membawa sendu, lantas mengapa diri tak kunjung rindu pada-Nya?

Sore hari di Bandung, kala langit menatap sendu
Wyandhika Muharani R.


CAHAYA

Gambaran awal yang akan kita pikirkan mengenai sebuah kata yang bernama “cahaya” adalah suatu benda yang memiliki pigmen – pigmen terang didalamnya. Begitupun kita tarik kepada dalam diri kita bahwa cahaya itu ada di dalam hati kita betapapun kita menyangkal nya hati kita memiliki cahaya yang terang ataupun gelap tergantung kita menyikapi nya, mengapa seperti itu mari di tinjau lebih jauh.
Qalbu pasti ada dalam setiap insan manusia yang harus kita pelihara sebaik mungkin agar cahaya dalam qalbu selalu cerah terang benderang tanpa selimut kegelapan dari sebuah perbuatan yang tidak baik.
Bandung, 4 Desember 2015
Ardhian P. Bintang

PORORO

Himpun jejak acapkali kulakukan setiap kaki menapaki teritorimu. Seolah bias langkahmu teraba jelas, aku mampu mengikuti arah gerakmu. Seolah siluetmu membekas, aku tekun berjalan di balik punggungnya.
Samar, aku mengenalimu. Setelah sekian waktu kulewati untuk menggarap jejakmu. Aku mengenalimu, lewat kisah sang dinding pucat disana. Lewat perbincangan tanpa suara, yang membawaku terbang.
Terbang. Hanya pada titik ini, aku bisa merabamu. Menggarap jejakmu, yang seringkali terlalu licin untuk kujejak, persis seperti danau es di antah berantah. Menggarap jejakmu, dari ribuan kilo di balik awan. Tak ada minat untukku membumi untuk sesaat. Tak ada minat untukku menapaki tanah, mengiringi setiap langkah tegapmu. Karena saat aku mencoba membumi, sebuah awan gelap akan membayangi; tak ada lagi kepercayaan diri untuk terbang kembali.
Hai, Pororo! Seperti kisahmu dalam layar kaca, bisakah kau buat sayapmu?
Karena sejatinya, kepintaran tidak lebih berarti disbanding iman, Kepintaran tidak lebih berarti disbanding cerdas, Kepintaran tidak lebih berarti kala diri tenggelam dalam ujub, Tenggelamlah dalam rendahnya diri, dalam dekapan iman

Bandung, 4 Desember 2015
Di balik tampilan MyOB

Wyandhika Muharani R.

Jumat, 29 April 2016

Risalah Pergerakan IMM Jawa Barat



Risalah Pergerakan IMM Jawa Risalah Pergerakan IMM Jawa Barat
Saat pertama kali diamanahi menjadi ketua umum, sejujurnya saya belum mempunyai konsep yang utuh mengenai gerakan DPD IMM Jawa Barat. Pertama, sejak awal saya belum ada bayangan untuk menjadi ketua umum. Kalaupun ada sedikit angan-angan kesana, itupun sebatas angan saja, tak ada langkah-langkah konkret yang saya lakukan untuk mencapainya. Saya serahkan semua pada kehendak Tuhan. Kedua, selayaknya konsep utuh tentang arah gerak ikatan diperoleh dari hasil pembahasan Musyda. Namun sayangnya, materi-materi yang dibahas saat Musyda masih terlalu umum dan normatif. Kader-kader kita masih harus menurunkan rumusan hasil Musyda tersebut ke dalam rumusan yang sifatnya lebih operasional. Selain itu materi Musyda pun terlihat hanya copy paste dengan sedikit perubahan dari rumusan tanfidz DPP. Hal ini membuat pembahasan yang dilakukan serasa mengawang-awang dan kurang membumi.

Menghadapi realitas tersebut, maka saya merasa perlu memikirkan dan membuat sebuah rumusan gagasan mengenai arah dan gerakan DPD IMM Jabar. Setidaknya rumusan yang disusun dapat mengisi kekosongan selama periode ini yakni 2015-2017. Adapun setelahnya dari rumusan ini diharapkan menghasilkan feedback dari para pimpinan dan kader untuk melahirkan gagasan-gagasan lainnya yang mengkoreksi dan menyempurnakan gagasan ini. Diharapkan pula ke depan lahir gagasan dari hasil kerja kolektif intelegensia IMM Jawa Barat.

Satu hal yang mengusik saya selama ber-IMM adalah persoalan eksistensi. Apakah IMM ini khususnya di Jawa Barat sudah eksis? Jika masyarakat secara random ditanya tentang eksistensi Muhammadiyah saya fikir mereka setidaknya pernah mendengar nama Muhammadiyah. Lantas bagaimana jika pertanyaan ini ditanyakan kepada masyarakat mahasiswa, apakah mereka pernah mendengar IMM? Mungkin popularitas dan eksistensi IMM masih di bawa organisasi kemahasiswaan lain.

Kita patut bersyukur DPP IMM 2014-2016 di bawah nakhoda Beni Pramula telah menampilkan performa yang cukup baik. Terlepas dari kontroversi dan kekurangan yang pasti selalu ada, Beni dapat membuat IMM eksis dalam dinamika politik nasional bahkan internasional. DPP IMM di bawah nakhoda Beni Pramula mengusung gagasan “Merebut Momentum, Menduniakan Gerakan”. Merebut momentum diwujudkan dalam gerakan Aliansi Tarik Mandat dengan tagline Luruskan Kiblat Bangsa. Menduniakan gerakan diwujudkan dengan partisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan pemuda internasional bahkan menjadi Presiden Pemuda Asia Afrika.

Bagaimana dengan IMM Jawa Barat? Rasa-rasanya infrastruktur intelektual dan material dalam periode ini masih belum cukup untuk bergerak sebagaimana DPP IMM. Tentu IMM Jabar pun mempunyai corak kearifan local tersendiri yang harus kita gali sehingga tidak mesti meniru DPP IMM. Dalam beberapa kasus ada beberapa PC IMM yang sudah eksis di daerahnya, namun secara umum IMM di Jabar masih perlu ditingkatkan eksistensinya. Inilah mengapa visi yang saya usung untuk IMM Jawa Barat periode 2015-2017 adalah menjadi gerakan mahasiswa yang eksis di Jawa Barat.

Lantas bagaimana langkah-langkah untuk membangun eksistensi tersebut? Sebelum itu, ada sedikit catatan bahwa yang dimaksud di sini adalah eksistensi yang hakiki bukan eksistensi yang semu. Eksistensi hakiki adalah eksistensi yang memang ditopang oleh pondasi yang kokoh, eksistensi karena adanya karya nyata dan kemanfaatan. Eksistensi semu adalah eksis tanpa pondasi hanya dikarenakan sensasi semata. Ada 3 misi yang perlu kita realisasikan agar visi tersebut tercapai, yaitu memperkuat pondasi, memperluas relasi dan memasifkan publikasi.

Sebagus apapun bangunan apabila pondasinya tidak kokoh maka tetap akan rapuh. Oleh karena itu pondasi sangat penting dan jangan dianggap sepele. Pondasi memang tak terlihat oleh mata, karena letaknya tertutup dan tersembunyi. Namun justru pondasi inilah yang sangat berjasa bagi kokohnya sebuah bangunan. Bagi IMM Jawa Barat, pondasi ini dibuat dalam wahana perkaderan.

Perkaderan hendaknya memang menjadi rahim bagi lahirnya kader-kader ideologis dan kompeten yang nantinya dapat menjadi penggerak inti ikatan. Seorang kader IMM hendaknya berideologi Muhammadiyah dan mempunyai tri-kompetensi dasar Ikatan yakni religius, intelek dan humanis. Seorang kader IMM harus religius, dalam sehari minimal membaca 1 halaman dari mushaf Al Quran, dalam seminggu minimal menghafal 5 ayat dari mushaf Al Quran, dalam sebulan minimal mengkaji tafsir dari satu tema pembahasan Al Quran lalu menuliskannya, dan dalam setahun minimal pernah mengisi kajian Islam atau khutbah jumat. Religiusitas kader pun harus diwujudkan dalam kesadaran spiritual berupa ketaatannya dalam melaksanakan ibadah mahdhah.

Seorang kader IMM harus intelek, dalam sehari minimal 10 halaman buku yang dibaca, dalam seminggu minimal satu bab dari sebuah buku dia kuasai dan didiskusikan dengan kawannya, dan dalam sebulan minimal satu buku ditamatkan dan dirangkum dalam sebuah artikel. Hasil bacaan seorang kader terhadap bukunya harus bisa direfleksikan dengan realitas kehidupannya. Bacaan kader bisa buku-buku yang memang jadi disiplin ilmunya, walaupun penting juga membaca selain disiplin ilmunya agar mempunyai wawasan luas.

Seorang kader IMM harus humanis, dalam sehari minimal dia berinteraksi dengan orang lain di lingkungannya agar tidak kuper, dalam seminggu minimal dia menemukan masalah yang perlu diselesaikan dalam sebuah lingkungan social, dalam sebulan minimal ada satu gerakan yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu berupa penyuluhan, advokasi atau aksi massa.

Uraian di atas adalah rumusan yang minimal namun sudah ideal apabila bisa dilaksanakan. Walaupun karena bersifat ideal, seringkali di lapangan akan berbenturan dengan realitas. Misalnya ada kader IMM yang sangat humanis, namun kurang suka dengan hal-hal yang sifatnya religius. Atau ada kader yang sangat intelek, namun kurang humanis. Hal pertama yang harus kita fahami bahwa 3 hal ini saling berkesinambungan dan tak dapat dipisahkan. Maka tidak boleh kita hanya memilih salah satu dan meninggalkan yang lain. Walaupun tentu setiap manusia diciptakan Allah swt. dengan minat dan bakat yang berbeda-beda. Maka untuk pengembangannya bisa saja seorang kader memilih untuk focus dalam satu tri-kompetensi, namun untuk hal-hal dasarnya ketiga tri-kompetensi ini harus dikuasai.

Saya termasuk orang yang tidak bisa dan tidak suka olah raga, namun saya faham bahwa olah raga itu penting. Maka saya memaksakan diri untuk 2-3 hari sekali jogging demi menjaga kebugaran tubuh. Hal barusan bisa dianalogikan dengan tri-kompetensi tadi, misalnya ada kader yang tidak bisa atau malas untuk tadarus al Quran setiap hari dan lebih suka berdemonstrasi, namun harus tetap diupayakan membaca al Quran karena hal tersebut adalah kebutuhan bagi terjaganya spiritualitas kader.

Setelah memiliki pondasi yang kokoh, maka yang penting dilakukan adalah memperluas relasi. Dalam terminology barat, memperluas relasi ini dikenal dengan networking, sementara dalam terminology Islam, memperluas relasi adalah silaturahmi. Rasulullah saw. Pernah bersabda, “Barang siapa yang mau rizkinya dilapangkan, dan umurnya dipanjangkan, maka hendaklah ia bersilaturahmi.” Ada dua keuntungan dari luasnya relasi berdasarkan hadits tersebut, yaitu luas rizkinya dan juga panjang umurnya. Relasi ini bisa internal ke dalam persyarikatan Muhammadiyah maupun eksternal kepada pihak-pihak lain yang tidak menyalahi kaidah-kaidah organisasi. Terbukti IMM yang pandai menjalin relasi relative lebih stabil dan massif pergerakannya dibanding dengan yang tidak.

Saat pondasi gerakan IMM sudah kuat dan relasi yang terjalin sudah baik, secara otomatis akan tercipta gerakan dan kegiatan yang baik. Namun terkadang ada satu hal yang kita lupa, yakni publikasi. Muhammadiyah memang gerakan yang mempunyai slogan sedikit bicara dan banyak bekerja. Imbasnya kader Muhammadiyah khususnya IMM terkadang tidak terlalu suka untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatannya di media massa atau media social. Terlebih dalam Islam ada doktrin mengenai keikhlasan. Ikhlas itu berarti tangan kanan berbuat tangan kiri tidak tahu.

Hari ini zaman sudah berubah, siapa yang menguasai isu di media dia dapat mengendalikan masyarakat. Kader IMM harus dapat menjawab tantangan tersebut dengan menafsirkan ulang slogan sedikit bicara banyak bekerja dan doktrin ikhlas. Publikasi kegiatan itu perlu, walaupun tentu ada prinsip moral dan etikanya. Mempublikasikan kegiatan bukan berarti tidak ikhlas atau riya, yang penting niatkan publikasi kegiatan ini sebagai dakwah. Mudah-mudahan apa yang kita publikasikan bisa menjadi inspirasi kebaikan bagi yang lainnya. Yang tidak boleh adalah publikasi dengan tujuan hanya pencitraan saja. Oleh karena itu kader IMM pun perlu menjalin relasi yang baik dengan media massa dan juga dapat memaksimalkan media social.

Inilah uraian yang saya susun sebagai risalah pergerakan IMM Jawa Barat. Seperti yang saya sampaikan pada awal tulisan, wacana ini masih menjadi wacana yang terbuka untuk didekontruksi ataupun direkonstruksi kembali. Apa yang saya uraikan di atas lebih kepada hal-hal yang mungkin terlalu sederhana untuk sebuah konsep gerakan, namun menurut saya inilah kebutuhan mendesak kita saat ini. Adapun mengenai konsep-konsep yang lebih lanjut akan mengikuti. Yang jelas saya harap setelah adanya gagasan ini kita tidak terlalu bingung lagi terhadap arah gerakan IMM Jawa Barat. Saya harap juga kita mempunyai ghirah dalam mewujudkannya. Mari letakkan telunjuk kita 5 cm di depan wajah kita, dan kita berproses mendaki menuju puncak tujuan kita seperti dalam film 5 cm.

Abadi Perjuangan Kami!
Billaahi Fii Sabiililhaq, Fastabiqul Khairaat…

Oleh:Robby Karman

Balas Dendam Yang Benar sesuai dengan Islam




Apakah Dendam Perlu Dibalas?Dendam bermula dari rasa sakit hati. Dalam buku yang berjudul Road To Allah, dendam berarti rasa marah yang kita simpan jauh di dalam hati, sehingga dengan memelihara rasa dendam tersebut dapat merusak hati kita sedikit demi sedikit. Menyimpan rasa dendam, akan mengalami tekanan dan rasa tidak tenang yang berkepanjangan. Itulah mengapa banyak orang yang lebih memilih untuk balas dendam atas rasa sakit yang dialaminya akibat tidak tahannya hati menahan emosi. Sungguh hal yang demikian hanya merusak kesehatan kita. Pasalnya kita tidak bisa berfikir jernih jika terlalu banyak memikirkan cara bagaimana untuk membalas dendam.

Cara Baik Balas Dendam Dalam IslamIslam tidak menganjurkan umatnya untuk mempunyai sifat pendendam. Namun tahukah anda bahwa terdapat satu cara yang baik untuk balas dendam dalam Islam? Cara tersebut adalah dengan menjadi jiwa yang pemaaf. Rasulullah SAW bersabda:"Tidaklah seseorang memafkan kezaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliannya" (HR. Ahmad, Muslim dan At Tirmidzi).Lalu bolehkah kita membela diri saat dizalimi? Allah SWT berfirman:"Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah, sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri setelah teraniaya tidak ada satupun dosa atas mereka, sesungguhnya dosa itu atas orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat adzab yang pedih. Tetapi orang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang amat utama" (QS. Asy Syuro: 39-43).

Dari ayat tersebut jelas dikatakan bahwa kita boleh membela diri kita ketika disakiti. Namun membela diri dalam hal ini adalah dengan cara memafkan dan berbuat baik, karena Allah telah menjanjikan bagi siapa yang memaafkan dan berbuat baik kepada orang yang telah menzalimi, maka pahalanya akan langsung ditanggung oleh Allah SWT. Sedangkan bagi pelaku yang menzalimi, niscaya dia akan mendapat balasan yang setimpal dari apa yang dilakukannya langsung dari Allah SWT. Dengan demikian jelaslah bahwa dosa tidak boleh dibalas dengan dosa, namun seringkali kita terbawa oleh hati yang panas untuk membalas dosa dengan dosa. Seperti bila kita mendengar orang lain menjelk-jelekkan, kita sering terbawa emosi lalu menjelek-jelekkannya. Padahal jika ada orang yang menjelekkan kita, kemudia ia membuka aib kita kepada  orang lain, maka pahala orang tersebut akan dilimpahkan kepada kita. Sedangkan dosa dalam dirinya akan bertambah. Mengenai hal ini, Rasulullah SAW bersabda:"Apabila ada seseorang yang mencacimu atau menjelek-jelekkanmu dengan aib yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah kamu balas memburukkannya dengan aib yang kamu ketahui ada padanya. Maka pahalanya untuk dirimu dan dosanya untuk dia" (HR Al Muhamili dalam Amalinya No 354, Hasan).

Islam Mengajarkan Untuk Membalas Maksiat Dengan Taat dan Membalas Zalim Dengan MaafIslam menganjurkan agar kita membalas dendam dengan cara yang lebih baik, membalas maksiat dengan taat dan membalas zalim dengan maaf. Sungguh Allah SWT Maha mengetahui atas apa yang umat-Nya kerjakan, maka tidak perlu khawatir lagi, tidak perlu merencanakan balas dendam lagi dan tidak perlu bersedih lagi ketika ada orang yang menzalimi kita. Percayalah, jika kita membalasnya dengan kebaikan, dengan doa agar orang yang menzalimi kita mendapat hidayah dari Allah SWT, maka senantiasa Allah SWT berpihak kepada kita dan Allah lah yang akan langsung membela umat-Nya yang terzalimi. Hati yang memaafkan dengan tulus, maka tidak akan ada lagi tersimpan rasa sakit yang berkecamuk. Jika kita sudah mampu memaafkan dengan ikhlas, mampu melupakan kejadian yang telah menyakitinya. Jika tidak mampu melupakan, berarti hati kita belum ikhlas memaafkan. Dan percayalah, setiap kejadian pasti ada hikmah yang ingin ALlah tunjukkan kepada kita. Apa yang perlu kita perbuat adalah sabar, ikhlas memaafkan dan yakin bahwa Allah akan menghapus rasa dendam kita. Membalas keburukan dengan keburukan memang dapat membahagiakan hawa nafsu, tetapi membalas keburukan dengan kebaikan adalah kemenangan manusia di hadapan manusia lain dan di hadapan Allah SWT. Balas dendam adalah virus, virus menyerang mangsanya dan menciptakan virus yang baru. Dendam menciptakan dendam lain yang berbeda. Cara terbaik untuk membalas dendam adalah memaafkan dan menutup peluang mereka untuk melakukan hal yang sama pada anda. Anda melatih diri anda dalam kebaikan dan dendam akan menghancurkannya dalam semalam.

Di kutip dari blogger orang lain.

Senin, 01 September 2014

PESONA LAIL


Malam begitu indah bila kita lihat dengan penuh kerendahan jiwa, karena di balik rutinitas fenomena alam tersebut, banyak tersimpan makna yang harus kita renungi. Ada nya kehidupan malam sangat membuat hati kita bergembira akan ciptaannya, berbagai pemandangan diatas cahaya remang – remang mensyiratkan keagungan tuhan, dapat kita bayangkan ketika malam dating namun cahaya lampu tidak menyapa kita maka gelap gulita yang akan menghampiri dengan seribu macam ketakutan yang menaungi jiwa kita,, berterima kasih kepada segala yang ada membuat hati kita nyaman dan tentram.
Kebaikan akan menghampiri apabila mata hati kita selalu terpancar niat baik yang di emban, hidup bukan hanya untuk berhura – hura dan bersenang ria namun ada yang lebih bermakna dari itu semua yakni sebagai seorang hamba allah yang selalu mengharapkan balasan yang baik.

Saat nya tiba sang fajar, semua cahaya terlihat begitu terang dengan rona – rona positif untuk melangkahkan kaki mencapai rido ilahi

Senin, 16 September 2013

DZIKR & DOA MENJELANG TIDUR

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seseorang dari kalian hendak tidur, maka hendaklah ia mengibaskan di atas tempat tidurnya dengan kain sarungnya, karena ia tidak tahu apa yang terdapat di atas kasurnya. Lalu mengucapkan doa:

بِاسْمِكَ رَبِّ وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ

 BISMIKA RABBII WADHA'TU JANBII WABIKA ARFA'UHU, IN AMSAKTA NAFSII FARHAMHAA, WAIN ARSALTAHAA FAHFAHZH-HAA BIMAA TAHFAZHU BIHI 'IBAADAKASHSHAALIHIIN (Dengan nama-Mu Wahai Tuhanku, aku baringkan punggungku dan atas nama-Mu aku mengangkatnya, dan jika Engkau menahan diriku, maka rahmatilah daku, dan jika Engkau melepaskannya, maka jagalah sebagaimana Engkau menjaga hamba-Mu yang shalih)." [HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurayrah]


@kutipan dari Dadang Syarifudin

Rabu, 10 April 2013

Tugas Metode Penelitian






FAKTOR-FAKTOR DALAM DIRI AUDITOR DAN KUALITAS AUDIT:
STUDI PADA KAP ‘BIG FOUR’ DI INDONESIA*
Icuk Rangga Bawono
Jurusan Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
e-mail: cukycutes@yahoo.com
Elisha Muliani Singgih
Alumni Jurusan Akuntansi
Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
Di Review Oleh
Ardhian Putra Bintang

1.1       LATAR BELAKANG

Persyaratan yang harus yang harus dimiliki oleh seorang auditor seperti dinyatakan dalam Pernyataan Standar Auditing (SPAP, 2001: 150.1) adalah keahlian dan due professional care. Namun seringkali definisi keahlian dalam bidang auditing diukur dengan pengalaman (Mayangsari, 2003). Rahmawati dan Winarna (2002), dalam risetnya menemukan fakta bahwa pada auditor, expectation gap terjadi karena kurangnya pengalaman kerja dan pengetahuan yang dimiliki hanya sebatas pada bangku kuliah saja. Padahal menurut Djaddang dan Agung (2002) dalam Rahmawati dan Winarna (2002), auditor ketika mengaudit harus memiliki keahlian yang meliputi dua unsur yaitu pengetahuan dan pengalaman. Karena berbagai alas an seperti diungkapkan di atas, pengalaman kerja telah dipandang sebagai suatu faktor penting dalam memprediksi kinerja akuntan publik, dalam hal ini adalah kualitas auditnya. Penting bagi auditor untuk mengimplementasikan due professional care dalam pekerjaan auditnya. Hal ini dikarenakan standard of care untuk auditor berpindah target yaitu menjadi berdasarkan kekerasan konsekuensi dari kegagalan audit. Kualitas audit yang tinggi tidak menjamin dapat melindungi auditor dari kewajiban hukum saat konsekuensi dari kegagalan audit adalah keras (Kadous, 2000). Terlebih dengan adanya fenomena hindsight bias yang sangat merugikan profesi akuntan publik. Jika hindsight bias diberlakukan, maka auditor harus membuat keputusan tanpa pengetahuan hasil akhir, tetapi kewajiban auditor ditentukan dari sebuah perspektif hasil akhir (Anderson dkk, 1997). Dalam mengevaluasi auditor, juri menganggap (in hindsight) bahwa peristiwaperistiwa tertentu secara potensial dapat diprediksi dan (in foresight) seharusnya dapat mengantisipasi sebuah hasil yang menjadi jelas hanya dengan melihat ke belakang (Baron dan Hershey, 1988; Fischhoff, 1975; Mitchell dan Kalb, 1981 dalam Anderson,1997). Oleh karena itu para juri dalam kasus kegagalan audit harus menentukan pada level manakah auditor melakukan kelalaian dengan menilai standard of care untuk mengevaluasi apakah pekerjaan audit yang ditunjukkan cukup untuk menghindari kewajiban (Kadous, 2000) dan para penuntut hukum harus menentukan apakah auditor menggunakan due professional care dalam melakukan sebuah audit (Anderson dkk, 1997).


1.2       RUMUSAN MASALAH
maka yang menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah factor – factor dalam diri audit mempengaruhi kualitas audit pada KAP “Big Four” di Indonesia.

1.3       TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh factor – factor dalam diri audit seperti Independensi, pengalaman, due professional care, pengalaman dan akuntabilitas dapat berpengaruh atau tidak terhadap kualitas audit.